puisi


Karya:Pitria





Nim: 2007112030



            RAGA KU MENAGIS

Rasukan jiwa ku yang selalu melanda
Rasanya aku, bangga……
Aku memiliki semuanya
Tapi itu semua, hanya sementara
                       
            Kini aku menjerit
            Kini aku menagis
            Kini aku terpelenggu

Terpujur kaku….
Hanya  sehelai kain yang menemani
Tertutup rapat tak bercahaya
hanya tugu yang tertampak…

Kini aku menangis….
tak satu orang pun mendengar
Aku terhentak, aku tergampar dan aku tersiksa
Hanya iman yang menemani…..
                                                                        Karya:
                                                                                    Pitria



Nama :Pitria
Nim:   2007112030

               IMPIAN

Aku ingin sinar itu terpancar…..
Aku ingin sinar itu bercahaya….
Aku ingin sinar itu mengerti…..
Aku  ingin mencari keterangan jiwa

            Kaki ini ku pijakkan tanpa alas
            Ku selusuri jalan – jalan dengan penuh harapan
            Mencari  sinar itu dengan tertatih – tatih…

Ku ayunkan Langka ku dengan  penuh semangat…
Setetes darah sebutir keringat…
Tak melunturkan impian ku…
Merintis sinar kehidupan ku.
                                                                                  

           
Karya :Pitria
Nim:20007112030

               KERIDUAN

Di kesunyian malam
Ku selalu meridukan kehadiranmu…..
Wajahmu yang tampan, senyum mu yang manis
Membuat aku terlena pada mu……

            Aku yakin ……..
            Dan aku bertanya ???
            Mengapa ku selalu meridukan mu
            Apakah ini yang  di namakan cimta…?

Aku yakin…..
Getaran – getaran cinta ini
Membuat aku gelisa…
Mungkin dengan kehadiranya
Kerinduan ku terobati…
sunggu aku merindukan mu!
                                                                                            



Karya:Pitria
Nim:2007112030


CINTA ABADI

Sayang….
banyak waktu telah kita lalui…..
banyak hati yang telah kita jalani…
Masihkah ada rasa itu buat aku?

            Seperti jarak yang tak terbatasi
            Seperti jarum yang tak jauh dari benang
            Seperti waktu yang tak terhenti
            Seperti itulah cinta dan kasih sayang  ku padamu
            Kasih sayang ku tak terbatas oleh jarak dan waktu

Sayang……
Sunggu aku selalu menanti dan  menunggu kedatangan mu
Kekurangan mu dan kelebihan mu itu tak ku masalahkan
Wajah mu yang selalu terlukis di mata ku
Detakkan jantung mu selalu mengetarkan hati ku
Senyuman mu selalu membakar jiwa ku….

            Sayang…..
            Ijinkan aku untuk memiliki mu selama – lamanya
            Satukan hati dan perasaan mu untuk ku.


           

Nama:Pitria
Nim:2007112030


KEBERSAMAAN


Bersama selalu kompak
tersenyum riang, walau
hati terasa lelah,
letih, tak kami hiraukan


Bersama kami selalu bersama
dengan semangat kami mengejar
untuk mencapai keberhasilan bersama
dengan hati yang selalu tertawa


Menghadapi segala hal
menghadapi rintangan
menghadapi kesulitan
dan, kami selalu riang
walaupun hati kami terasa
senang dan tubuh kami
yang terasa lelah kami
akan selalu kompak bersama









Karya: Pitria
            2007112030

KEBERSAMAAN

Bersama selalu kompak
Tersenyum riang, walau
Hati terasa lelah, letih
Tak kami hiraukan

Bersama kami selalu tertawa
Dengan semangat kami
Mengejar untuk mencapai
Keberhasilan bersama
Dengan hati yang selalu tertawa

Menghadapi segala hal
Menghadapi rintangan
Menghadapi kesulitan
Dan kami selalu riang

Walaupun hati kami terasa
Senang dan tubuh kami yang
Terasa lelah…
Kami akan selalu kompak bersama





Karya: Windy Arieska
            2007112283

ANDAIKAN

Andai aku punya sayap
Aku akan terbang kelangit biru
Tuk menggapai bintang dan bulan
Kan ku bawa mereka turun
Lalu kuberikan pada seseorang
Yang senantiasa mengisi hatiku

Andai saja aku seorang pujangga cinta
Kan ku tulis bait-bait indah
Dan ku persembahkan untuknya

Andai cinta dapat ku miliki
Akan tercipta sebuah harapan dan impian
Yang hadir di dalam hati
Dengan memberi rasa
Yang mampu dihayati dan diresapi




Karya: Yunika
            2007112008

UNTUK TEMANKU

Arti sebuah teman
Terkadang dia ada
Disaat kita butuh
Baik senang maupun susah

Tapi aku sadar
Terkadang jarum
Akan kehilangan benang
Begitu pula teman

Dia akan pergi pada waktunya
Hanya memori kenangan
Yang akan terus menari
Didalam hati sanubari

Untuk temanku…
Kau pernah singgah dilangkahku
Menemaniku dengan warnamu
Yang akan pernah tergores

Penuh warna di setiap langkah
Jejak kaki yang mulai pudar
Karena aku sudah tua
Hanya kenangan ini tetap abadi
Sampai waktunya aku mati



Bunda
karya:  Despita purnama sari



Terima kasih atas jasamu kepadaku
Demi menguliahkan ku kau rela banting tulang dan menguras keringat
Bunda....
Kau adalah segalanya bagi ku
Kau juga nyawa ku
Begitu banyak pengorbanan mu
Demi menghidupkan dan menyekolahkan anak mu sampai keperguruan tinggi
Bunda....
Sampai saat ini aku belum bisa membalas dan membahagiakan bunda
Aku hanya bisa mengucapkan
Terima kasih atas segala yang kau beri untuk ku
Kasih mu sepanjang masa.







Puisi Ku
Karya: itah oktarina taman

Jangan kau pinta aku untuk setia
Jangan kau pinta aku untuk selalu jujur
Jangan kau pinta aku untuk selalu mengerti
Bahkan jangan kau pinta aku untuk memyayangimu
Sebab, sebelum semuanya itu kau pinta
Seluruh hidupku telah kupersembahkan hanya untukmu Dan untukmu
Kau boleh tak percaya
Tapi……
Kesetiaan, kejujuran, pengertian, kasih sayang
Akan selamanya kupersembahkan hanya untukmu
Ku akan menjaga kesetiaan itu
Kan menjaga kejujuran itu
Memberikan pengertian dan kasih sayang
Karena kuhanya ingin dirikulah yang akan selalu di hatimu
Sampai akhirnya kita berada di surga nan abadi
Merangkul cinta satu hati







DARI JAUH
Karya: Rondiyah

Dari jauh aku memandangmu
Lewat semua mata hatiku

Dari jauh aku mengagumimu
Lewat semua kisah tentangmu
Akan kasih sayangmu yang engkau
Berikan untukku ibu…

Dari jauh aku larut dalam suka citamu
Bagai bertemu air jernih di padang tandus

Engkau rela mendidikku sampai sekarang ini
Agar aku menjadi anak yang berbakti ibu…

Dari jauh ku kirim doa untukmu
Doa tulus, doa yang tak pernah putus
Agar aku senantiasa patuh denganmu…


Karya: Epa susanti

LAUT BIRU

Berkelana kelaut lepas menelusuri pantai sutra putih
Ditemani kereta kencana
Birunya yang manis ombak yang berbuih

Neptunus dan kota hilang
Berenang mengikuti alur
Di cakrawala ufuk timur

Malam yang dimainkan biduk dan bintang jatuh
Angin yang mendesau kencang
Persiapan mimpi-mimpi indah
Bermandikan sinar rembulan

Suasana harapan dan kerinduan
Gesekan biola Stradivarius
Mengalun di jiwa terang













PERJALANAN

Tak ku cari sengketa di ruang gelap
Ketika satu tepuk dan sayup mengharap
Terasa betapa irama hidup ini mengalun
Keluasan ruang yang bening terang

Disinilah…………………
Di tengah ruang tidak bertuan
Tak sengaja ku cari kilatan sinar di mata
Tapi ada ku jumpa suatu jalan

Dimana gunung curam, laut dalam, batu tajam
Dan satu bintang diperlukan awan
Di bawah mega berwarna ungu tadi siang
Mencari jalan di semak nafas payah berdenyut
Hanyut juga di arus jalan dan seretan-seretan
Peristiwa…………………………………….


Karya : Epa Susanti

KETIKA PULANG

Memasuki pelataran rumah, tampak mamaku
Sedang berbenah
Dengan anggrek-anggreknya, Ia sedikit terkejut
Atas
Kedatanganku, kemudian katanya sambil membetulkan letak pot

Lihat, vanda three colour yang kau dapat dari gunung dulu,
Tangkai bunganya patah karena hujan semalam!!
Aku Cuma terdiam seperti pohon, dan sambungannya lagi sambil membenahi

Krah bajuku, “kenapa jadi melankolik?”
Aku tak bisa menjawab
Ah, rupanya Ia tahu kalau aku sedang patah
Sayap!!!!!!!!!!!!


Karya : Epa Susanti        

AKU DAN BUNDA

Ada rindu
Di sini
Untuk mu bunda
Ada haru
Ada pula tangis
Sementara tanganku belum kuat mengepal
Kakiku pun belum tegak berdiri

Aku belum apa-apa
Dan kau masih lemah terkulai


Karya : Epa Susanti




AKU LIHAT CAMAR

Aku lihat camar
Berbaris di batas benua
Di tengah-tengah kepak sayapnya 
Terbisik pengaduan

Bapa………
Aku di jepit maut yang di sengajakan
Merah timurmu berbunga peluru
Temaram baratmu merentang kebakaran

Aku lihat camar
Tenggelam di batas benua
Di tengah-tengah kepak sayapnya
Terselip salam, salam kematian


Karya : Epa Susanti  








HATI MEMILIKI PILIHAN
Aku hidup diduinia yang abu-abu
Tak mengerti harus goreskan
Hitam atau putih     
Indah warna yang melintas hanya
Berkelebat seperti setan yang menghantui
Aku tak pernah terbuai dengan keindahan
Bulan dipekat malam
Meski tawarkan sejuta mimpi bersinar
Dan kau tak pernah protes akan ganasnya matahari…..
Terik membakar hatiku……makin kelam aku dibuatnya
Sekuat apapun aku mencobanya
Selemah apapun daya tuk mengingatnya
Hati memiliki pilihan sendiri
Yang tak bisa diatur oleh akal….!!

Nama: Yunika 2007112008

KABUT FAJAR
Dimuka jendela kamarmu
Selimut kabut dini hari
Masih mengantung
Menyusuri kantuk yang lambat laun terpupus
Betapapun tubuh dan pikiran terkuras
Lelah menyilang tirai kabut fajar yang mengambang diluar
Yang lamat-lamat dikuakkan
Cahaya sinar temaram, yang kian mendaki
Maenyongsong kedantangan matahari pagi
Engkau mencoba menembus kabut
Hidup yang penuh kemelut disetiap pagi, siap mendera
Mengarungi angkasa yang begitu luas
Dan indah, walau memendam awan kilat


Nama: Yunika 2007112008


DI UJUNG PERJALANAN CINTA
Aku tahu, sewaktu-waktu
Engkau akan datang lagi ketempat itu
Kemana lagi, jika bukan membawakan hatimu
Mencari apa yang tidak engkau dapat
Bagimu disana langit, pantai dan nyanyian
Sebuah bulan kuning bertengger diatasnya
Dimalam yang didekap rindu yang mengantung
Jauh-jauh engkau mencari tanpa bertemu
Untuk apa, pada bulan itu
Bertengger dicelah-celah hatimu
Bintang-bintang akan menemani
Sampai tiba diujung perjalanan
Segala tanda tanya dan kepahit
Getiran sebelum langit runtuh dan semua kehilangan


Nama: Yunika 2007112008

RISALAH HATI
Risalah hati yang selalu mengerti
Akan kah waktu kan mengilhami
dalam nirwana mewangi mengerti
untuk tidak patahkan tangkai hatiku
lorong waktu terus berlalu
pernah juga kudengar sapaan serupa
baitmu menelan lara detakku
melati suci walaupun sekuntum, telah memporak
porandakan jiwaku tuk selalu mengingatmu
apakah aku hanya melati kusam dalam balutan plastic
ukiran intan cemerlang meski hanya secuil
apakah aku hanya pasir kusam   


Nama: Yunika 2007112008









JATUH CINTA

Awal pertama,
Tersirap darah gejolak pesona
Curi pandang gemuruh di dada
Mengapa? Apakah ini namanya cinta?

Kini, wajahnya dimana-mana
Penuhi dadakuingin berjumpa
Rindu di hati senantiasa
Tapi,
Hatiku kecut untuk berkata
Apakah kau akan menerima?

Ku berkaca,
Jelma wajahmu di sisiku
Sejoli, sangat serasi
Senyum di bibir hiasi berdua
Tapi, itu Fatamorgana

Juwita………………
Hari-harikuku lalui dengan organku
Bunga cintaku tumbuh sendiri
Debaran cintaku menghimpit di hati
Kau tak pernah tahu
Biarlah ku pendam selalu

Karya: Epa Susanti


Puisi

Kesedihan



 Di balik kesedihan itu
 Terselip secercah senyum diwajahmu
 Senyummu mengandung banyak arti
 Yang mungkin aku ketahui


 Hatimu kini di ambang keraguan
 Ragu akan kehadiranmu
 Ragu akan kesetiaanku
 Dan ragu akan kesetiaanku


 Kesedihanmu akan membuat kecewa
 Andai ku bisa merubah kesedihan itu
 Akan ku coba menjadi selimut dihatimu
 Yang akan selalu menemanimu



Karya : Windy Arieska


Puisi

Jeritan Hati


 Kau terbaring diatas pembaringan
 Berselimut sehelai kain putih
 Terbaring tak berdaya
 Tak mampu untuk berkata


 Ketika maut menjemputmu
 Mulutmu tak mampu bicara
 Matamu terpejam, nafasmu terhenti
 Dan, kaupun pergi untuk selamanya


 Derai air mata mengiringi kepergianmu
 Jeritan suara hati berontak memanggilmu
 Untuk kembali kepadaku
 Seperti yang dulu



Karya : Windy Arieska









Arti Sebuah Kejujuran



 Mungkinkah akan segera
 Berakhir seiring jalannya
 Waktu yang dilalui


 Mencoba mengerti dan mengulang
 Tuk’ nyalakan lelah hati
 Goresan hati penuh dusta


 Cintamu mencoba menjauh
 Seiring hari-hari yang berganti
 Seakan kita tidak akan pernah mengenal cinta


 Adakah setiamu untuk cintaku
 Penantian selalu hadirkan kerinduan
 Yang tak pernah akan berakhir


 Cintaku hadirkan dalam hati
 Jadikan kesetiaan pada dirinya
 Berikan kejujuran akan cintanya



Karya : Windy Arieska


Isi Hati



 Dengan tinta hitam
 Ku coba goreskan
 Sisa lukaku
 Diatas kertas putih


 Dalam hidup di dunia
 Yang akan berakhir
 Mengapa diisi dengan ke sia-siaan
 Sedang kebaikan bisa dilakukan


 Jika kesedihan
 Akan menjadi masa laluku
 Akan kusimpan dan terkubur
 Seiring dengan berjalannya waktu



Karya : Windy Arieska




Bunda
Despita purnama sari
2007112005
Terima kasih atas jasamu kepadaku
Demi menguliahkan ku kau rela banting tulang dan menguras keringat
Bunda....
Kau adalah segalanya bagi ku
Kau juga nyawa ku
Begitu banyak pengorbanan mu
Demi menghidupkan dan menyekolahkan anak mu sampai keperguruan tinggi
Bunda....
Sampai saat ini aku belum bisa membalas dan membahagiakan bunda
Aku hanya bisa mengucapkan
Terima kasih atas segala yang kau beri untuk ku
Kasih mu sepanjang masa.

Luka
Despita purnama sari
2007112005
                                Sejenak ku sadar harapan ku mulai sirna
                                Jiwa ku merana,adilkah dunia ini pada ku?
                                Sejenak ku sadar bahwa hati ku telah terluka
                                Kekecewaan timbul dalam sanubari
                Haruskah ku biarkan  kekecewaan, kesedihan ini
                Menggelam di jiwa ku….?
                Tidak……..!
                Aku harus bangkit
                Aku harus tetap sadar
                Takakan ku biarkan kau menyakiti ku lagi.
Wanita
Despita purnama sri
2007112005
Wanita itu,
Ingin dicinta
Ingin disayang
Butuh perhatian
Butuh pengertian
Dari seseorang yang ia cinta
Tapi, mengapa
Kau sakiti aku,,,,?
                Diriku kau anggap sebagai pelabuhan
                Sewaktu-waktu kau jadikan
                Hanhya tempat persinggahan
Ku bukan tak mampu tuk berbagi hati
Tapi……
Aku menjunjung tinggi kesetiaan.





TERIMAKASIH BUNDA                                  
Bunda ………………..
Ketika aku mengingat semua
Akan kasih sayang yang engkau berikan untukku
Engkau mengandung sampai melahirkan ku dengan semua curahan kasihmu
            Bunda ……………….
            Betapa sayangnya engkau padaku
            Dan rela mendidikku sampai sedewasa ini
            Agar aku menjadi anak yang Bunda inginkan
Dikala aku sedang sedih
Bunda selalu ada disampingku
Dikala aku sedang apapun
Bunda selalu ada untukku
            Tapi mengapa ……………………..
            Aku selalu membuat Bunda kecewa
            Aku selalu membuat Bunda menangis
            Karena tingkahku yang kurang baik
            Karena aku susah menuruti apa kata Bunda
Bunda ………………….
Kini aku sadar, tanpa seorang Bunda
Aku tidak akan pernah ada di dunia ini
Tanpa kasih sayang Bunda, aku tak akan sampai seperti sekarang ini
            Bunda ……………………
            Maafkanlah anakmu atas semua kesalahan yang pernah diperbuat
            Terima kasih Bunda.

Karangan: Rondiyah
2007 112 040



YANG TERSAYANG

Dunia semakin indah ku rasakan
Saat aku mendengar suaramu
Dengan canda tawamu yang begitu lucu
Dan di kala dunia ini seakan sunyi, sepi kurasakan
Karena aku, yang sekarang jauh darimu ………….
            Adikku sayang ………………..
            Walaupun jarak yang memisahkan kita, aku jauh darimu
            Tapi begitu dekat rasanya di dalam hatiku
            Rasa kangen yang menggebu ingin cepat pulang bertemu dengan mu
            Memeluk dan mencium keningmu ………………..
Setahun yang lalu ………..
Saat kamu masih duduk di bangku TK
Aku begitu kagum melihat kecerdasan mu
Semua itu yang membuat aku tambah  sayang dengan mu
Semangatku yang begitu dalam untuk selalu memberi pengetahuan untuk mu
Adikku sayang ……………….
Melalui goresan tinta hitam ini aku berkata
Terus maju dan semangatlah untuk selalu menimba ilmu
Agar apa yang kamu cita-citakan akan lebih mudah terwujud
Sehingga orang tua pun akan merasa bahagia karena kesuksesan mu
Adikku sayang ……………..
Jangan lupa pesan dari ku
Selalu berdo’a dan berusaha
Agar semua keinginanmu terwujudkan.           
           

Karangan: Rondiyah
2007 112 040

Nama:Rondiyah
Npm :2007112040

DARI JAUH

Dari jauh aku memandangmu
Lewat semua mata hatiku

Dari jauh aku mengagumimu
Lewat semua kisah tentangmu
Akan kasih sayangmu yang engkau berikan untukku
Ibu........................

Dari jauh aku larut dalam suka citamu
Bagai bertemu air jernih di pandang tandus

Engkau rela mendidikku sampai sekarang ini
Agar aku menjadi anak yang berbakti
Ibu ..........................

Dari jauh ku kirim do’a untukmu
Do’a tulus, do’a yang tak pernah putus
Agar aku senantiasa patuh denganmu ...








RINDU
Saat kutapaki jalan itu
Seakan kusadari ada dirimu
Berjalan disampingku, bisu………

Saat kutatap langit biru
Kubayangkan angan dan mimpiku
Untuk selalu bertemu denganmu

Saat kudengar sebuah lagu
Kuinginkan nada dan irama musikmu
Kau dendangkan hanya untukku

Saat kumasuki tidur malamku
Kumimpikan kau dan aku menyatu
Lalu ingin kukatakan

“kasih……..aku rindu…….”













DALAM SEPI
Disaaat kusendiri
Teringat dirimu yang jauh di sana
Apa kabarmu?

Terbayang candamu yang selalu membuatku bahagia
Tiada rasa duka…….
Kasih percayalah…….

Cinta dan sayangku hanya untukmu
Walau jarak telah memisahkan kita
Tak perlu engkau resah

Yakinlah………..
Kita akan bersama selamanya………….







Puisi Ku
Jangan kau pinta
aku untuk setia
Jangan kau pinta aku untuk selalu jujur
Jangan kau pinta aku untuk selalu mengerti
Bahkan jangan kau pinta aku untuk memyayangimu
Sebab, sebelum semuanya itu kau pinta
Seluruh hidupku telah kupersembahkan hanya untukmu Dan untukmu
Kau boleh tak percaya
Tapi……
Kesetiaan, kejujuran, pengertian, kasih sayang
Akan selamanya kupersembahkan hanya untukmu
Ku akan menjaga kesetiaan itu
Kan menjaga kejujuran itu
Memberikan pengertian dan kasih sayang
Karena kuhanya ingin dirikulah yang akan selalu di hatimu
Sampai akhirnya kita berada di surga nan abadi
Merangkul cinta satu hati
Karya: itah oktarina


 

















Bagiku Ia
Karya: Itah Oktarina
Kepada siapa hendak kuteriakkan
Betapa berbunganya hati ini
Betapa bahagianya jiwa ini
Tak dapat kulukiskan dengan kata-kata
Walau Pada gunung yang menjulang sekali pun
Atau pada lautan yang dalam
Semuanya tak dapat kupercayai
Tak ada burung yang berkicau seindah suaranya
Betapa hebatnya ia di mataku
Betapa berartinya ia untukku
Walau kadang langit menangis
Karena tergores luka
Namun tetap mampu membuat dunia tersenyum
Terbungkam dengan manisnya sejuta cinta
Syukurku hanya pada-Mu
Wahai Pelitaku
















Sajak Pertama Untuknya
Karya : Itah Oktarina
Tak ada cerita selain engkau
Tak banyak do’a selain untukmu
Tercurah kasih juga untukmu
Nyanyian sayangpun hanya untukmu
Kau akan hadir dalam pelukan sejuta cinta
Menjadi yang pertama bukti cinta
Sebagai penghibur hari-hari nan indah
Serta penerus cita dan cinta











My Soulmate
Karya : Itah Oktarina
Tak banyak kata yang kuucap
Tak banyak tingkah yang kubuat
Hanya ku ingin kau tahu
Betapa besar sayangku padamu
Tak ingin memaksa
Juga tak mau berkata
Hanya harapku padamu
Kau akan slalu untukku selamanya
Hingga kau merasakan betapa besarnya arti cinta kita

Sajak Pertama Untuknya
Karya : Itah Oktarina
Tak ada cerita selain engkau
Tak banyak do’a selain untukmu
Tercurah kasih juga untukmu
Nyanyian sayangpun hanya untukmu
Kau akan hadir dalam pelukan sejuta cinta
Menjadi yang pertama bukti cinta
Sebagai penghibur hari-hari nan indah
Serta penerus cita dan cinta











My Soulmate
Karya : Itah Oktarina
Tak banyak kata yang kuucap
Tak banyak tingkah yang kubuat
Hanya ku ingin kau tahu
Betapa besar sayangku padamu
Tak ingin memaksa
Juga tak mau berkata
Hanya harapku padamu
Kau akan slalu untukku selamanya
Hingga kau merasakan betapa besarnya arti cinta kita